Perbedaan emas 22 dan 23 karat terletak pada kadar kemurnian emas di dalamnya, yang akan memengaruhi nilai, warna, hingga fungsi utamanya. Buat kamu yang mulai serius melirik logam mulia sebagai bentuk investasi jangka panjang (atau bahkan buat koleksi perhiasan), memahami detail soal karat ini wajib.
Baca Juga: 5 Cara Menyimpan Dana Darurat dengan Benar
Nah, dua jenis karat yang sering bikin orang bingung adalah 22K dan 23K. Kelihatannya mirip, ya, beda satu angka aja. Tapi ternyata efeknya ke harga, ketahanan, dan nilai jual bisa cukup signifikan.
Banyak orang beli emas tanpa tahu bedanya, dan akhirnya kaget saat dijual kembali nilainya nggak sesuai harapan.
Table of Contents
Apa Itu Karat dalam Emas? Pahami Dasarnya Dulu
Sebelum kita masuk ke perbedaan emas 22 dan 23 karat, kita harus satu frekuensi dulu soal definisi “Karat”. Dalam dunia logam mulia, karat bukanlah satuan berat (itu Carat dengan ‘C’ untuk berlian), melainkan satuan tingkat kemurnian.
Emas murni, atau yang sering kita sebut logam mulia (LM) batangan, memiliki standar 24 Karat. Ini artinya, kandungan emasnya mencapai 99,9% atau nyaris 100%. Masalahnya, emas murni itu sifatnya lunak sekali. Kalau kamu bikin cincin dari emas 24K, mungkin cincin itu akan penyok hanya karena kamu tidak sengaja meremas setir mobil atau mengangkat galon air.
Oleh karena itu, para pengrajin perhiasan perlu mencampur emas murni dengan logam lain, seperti tembaga, perak, seng, atau nikel, agar menjadi lebih keras dan tahan banting. Nah, campuran inilah yang menurunkan kadar karatnya.
Semakin rendah angkanya, semakin banyak campurannya. Semakin tinggi angkanya, semakin mendekati kemurnian emas asli.
1. Perbedaan Emas 22 dan 23 dari Segi Kadar Kemurnian
Secara matematis, kita bisa menghitung persentase kemurnian emas dengan membagi angka karat dengan 24.
Emas 22 Karat
Jika dihitung, 22 dibagi 24 hasilnya adalah sekitar 0,916. Ini berarti, emas 22 karat mengandung 91,6% emas murni dan sisanya (sekitar 8,3%) adalah logam campuran lain seperti perak atau tembaga. Di pasaran internasional atau toko emas modern, emas jenis ini sering dicap dengan kode “916”.
Campuran 8% lebih ini memberikan kekuatan yang cukup signifikan dibandingkan emas murni, membuatnya lebih solid tapi tetap mempertahankan kilau kuning yang khas.
Emas 23 Karat
Nah, untuk emas 23 karat, hitungannya adalah 23 dibagi 24, yang menghasilkan angka sekitar 0,958. Jadi, kandungan emas murninya adalah sekitar 95,8%. Sisanya yang 4% koma sekian itu adalah logam campuran.
Di pasar Indonesia, emas 23 karat ini sering disebut sebagai “emas 95 persen” atau kadang-kadang pedagang menyebutnya “emas murni lokal”.
Perbedaan persentase sekitar 4% ini (91,6% vs 95,8%) terlihat kecil di atas kertas. Tapi dalam dunia investasi, selisih 4% kemurnian itu mempengaruhi harga per gram yang cukup lumayan jika kamu membeli dalam jumlah banyak.
2. Ketahanan dan Kekerasan: Mana yang Lebih Awet?
Perbedaan emas 22 dan 23 karat – Jika tujuan kamu membeli emas adalah untuk dipakai sehari-hari, misalnya cincin kawin yang tidak pernah dilepas, atau gelang yang dipakai saat bekerja, maka faktor kekerasannya yang harus diutamakan.
Emas 23 karat, karena kandungan emas murninya sangat tinggi (hampir 96%), memiliki sifat yang lebih lunak dibandingkan emas 22 karat. Logam campuran yang cuma 4% itu kurang cukup untuk memberikan rigiditas (kekakuan) maksimal.
Apa resikonya?
- Mudah Berubah Bentuk: Cincin 23K lebih berisiko menjadi oval atau gepeng jika terkena benturan keras.
- Goresan: Permukaannya lebih mudah tergores (scratch) jika bergesekan dengan benda keras lain.
- Cengkeraman Batu Permata: Jika kamu ingin perhiasan yang bertahtakan berlian atau batu mulia besar, emas 23K kurang direkomendasikan. Karena logamnya lunak, cengkeraman (prong) yang memegang batu permata bisa melonggar seiring waktu, meningkatkan risiko mata berlianmu copot dan hilang.
Sebaliknya, emas 22 karat adalah titik tengah yang pas. Ia memiliki kandungan emas tinggi (masuk kategori emas tua) tapi campuran logam lain yang 8,3% itu membuatnya cukup keras untuk menahan detail ukiran yang rumit dan mencengkeram batu permata dengan lebih aman.
Jadi, untuk durabilitas pemakaian harian, emas 22 karat menang tipis dibandingkan kakaknya yang 23 karat.
3. Perbedaan Nilai dan Harga Emas 22 vs 23 Karat
Perbedaan emas 22 dan 23 karat – Dari sisi harga, emas 23 karat lebih mahal per gram dibanding 22 karat. Karena kadar emas murninya lebih tinggi, otomatis nilai intrinsiknya juga naik.
Sebagai gambaran, harga per gram (per Februari 2026, dari pusatemas.id):
- Emas 22K: Rp1.801.000 per gram
- Emas 23K: Rp1.883.000 per gram
Jadi ada selisih sekitar Rp82.000 per gram. Kalau kamu beli 10 gram, selisihnya bisa Rp820.000, lumayan, kan?
Namun, yang sering dilupakan orang adalah soal spread atau selisih jual-beli. Beberapa toko emas mungkin memberi buyback rate yang lebih rendah untuk emas 23K karena jarang diproduksi dan tidak semua toko menerima.
4. Warna dan Estetika Visual
Perbedaan emas 22 dan 23 karat – Bagi mata orang awam, semua emas kuning terlihat sama. Tapi kalau kamu sandingkan emas 22K dan 23K di bawah cahaya lampu yang terang, kamu akan melihat perbedaan rona (tone) warna.
Emas 23 Karat
Emas 23 karat memiliki warna kuning yang sangat pekat, dalam, dan agak sedikit “oranye” atau kemerahan yang berkilau tajam. Ini adalah warna alami emas murni.
Bagi sebagian orang tua, warna kuning pekat ini dianggap “mewah” dan “mantap”. Ada prestise tersendiri saat memakai emas yang warnanya “kuning banget”.
Emas 22 Karat
Sementara itu, emas 22 karat warnanya kuning cerah namun sedikit lebih pucat dibandingkan 23K. Hal ini disebabkan oleh campuran logam lain.
Jika campurannya banyak perak, warnanya akan sedikit lebih muda. Jika campurannya tembaga, warnanya akan lebih merah (tapi tidak sampai menjadi rose gold 18K).
Untuk tren fashion anak muda masa kini yang lebih suka tampilan minimalis dan tidak terlalu mencolok, warna kuning pekat ala emas 23K kadang dianggap terlalu kuno atau norak. Emas 22K menawarkan warna yang lebih soft dan elegan, lebih mudah dipadupadankan dengan outfit modern.

Tips Memilih Antara Emas 22 dan 23 Karat
Kalau kamu masih bingung, coba pertimbangkan hal-hal ini:
- Tujuan utama: Mau dipakai, dikoleksi, atau disimpan?
- Frekuensi penggunaan: Kalau sering dipakai, pilih yang lebih tahan goresan.
- Model & desain: Banyak desain klasik dan rumit dibuat dari 22K karena lebih mudah dibentuk dan tahan lama.
- Likuiditas: Pastikan toko tempat kamu beli juga menerima buyback sesuai karat yang dipilih.
Jangan lupa juga cek keaslian dan kadar karat lewat sertifikat atau uji lab. Kadang ada toko yang mengklaim 23K, tapi realitanya 22K, ini sering banget kejadian.
Baca Juga: Agio Saham Adalah: Pengertian, Jenis & Cara Menghitungnya
Mana yang Lebih Baik?
Perbedaan emas 22 dan 23 karat – Secara teknis, emas 23 karat memang lebih murni. Tapi emas 22 karat lebih tahan banting dan lebih praktis digunakan. Mimin sendiri gak bisa bilang satu lebih baik dari yang lain, karena semua kembali ke kebutuhan dan gaya hidup kamu.
Kalau kamu cari emas dengan nilai estetika tinggi, 23K bisa jadi pilihan. Tapi kalau kamu mau emas fungsional dan tahan lama, 22K lebih cocok.
Intinya, pahami perbedaan, sesuaikan dengan tujuan, dan jangan asal beli saja. Kalau kamu suka bahasan emas kayak gini, follow terus update dari Mimin di Invlinic.com ya.



