Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia keuangan dan investasi, kamu pasti sering mendengar istilah “dividen”. Itu Merupakan momen yang ditunggu-tunggu para investor, saat perusahaan membagikan sebagian keuntungannya. 

Namun, pernahkah kamu berpikir bagaimana proses di balik layar pembagian keuntungan itu dicatat oleh perusahaan?

Baca Juga: Apa itu Dividen Interim? Simak Penjelasan dan Contohnya

Di balik angka-angka itu, ada implikasi ke neraca, pajak, dan bahkan keputusan keuangan di periode selanjutnya. Jadi, penting banget buat kamu ngerti gimana cara kerja jurnal ini.

Yuk, kita bahas satu per satu. Mulai dari definisi, jenis, sampai contohnya. 

Definisi Jurnal Pembagian Dividen

Jurnal Pembagian Dividen
Jurnal Pembagian Dividen

Secara sederhana, jurnal pembagian dividen adalah pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan saat memutuskan dan menyalurkan laba kepada para pemegang saham.

Dividen ini bisa dibagikan dalam berbagai bentuk: dividen tunai (kas), dividen saham, atau kadang dalam bentuk aset lain. Nah, setiap bentuk dividen itu akan punya pencatatan jurnal yang sedikit berbeda.

Tujuan pencatatan ini adalah agar laporan keuangan tetap akurat dan transparan. Karena setiap dividen yang dibagikan berarti ada pengurangan aset (misalnya kas) atau penyesuaian dalam ekuitas perusahaan.

Oh ya, meskipun kamu sebagai investor enggak perlu mencatat ini secara teknis, tapi kalau kamu bagian dari tim keuangan perusahaan, atau mengelola startup sendiri ini ilmu wajib banget.

Jenis-Jenis Jurnal Pembagian Dividen

Dividen bukan satu jenis doang, ya. Ada beberapa macam dividen yang memerlukan pencatatan yang berbeda. Biar makin jelas, mimin akan bahas satu per satu.

1. Jurnal Pembagian Dividen Kas

IIni adalah jenis dividen yang paling umum dan paling mudah dipahami. Perusahaan membagikan keuntungan dalam bentuk uang tunai langsung kepada pemegang saham. 

Proses pencatatan untuk dividen kas melibatkan tiga tanggal penting yang harus kamu ketahui.

Tanggal Pengumuman (Declaration Date)

Pada tanggal ini, dewan direksi secara resmi mengumumkan pembagian dividen. Di momen inilah utang perusahaan kepada pemegang saham timbul. Jurnal yang dibuat adalah untuk mengakui utang tersebut dengan mengurangi Laba Ditahan.

Tanggal Pencatatan (Record Date)

Ini adalah tanggal penentuan siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen. Siapa pun yang namanya tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal ini akan mendapatkan pembayaran.

Uniknya, tidak ada jurnal akuntansi yang perlu dibuat pada tanggal ini. Tanggal ini murni untuk keperluan administratif pendataan.

Tanggal Pembayaran (Payment Date)

Inilah hari H-nya, saat perusahaan benar-benar mentransfer uang tunai kepada para pemegang saham. Jurnal yang dibuat adalah untuk mencatat pelunasan utang dividen dan berkurangnya kas perusahaan.

2. Jurnal Pembagian Dividen Saham

Terkadang, perusahaan memilih untuk tidak membagikan uang tunai, melainkan saham tambahan. 

Bagi perusahaan, ini cara cerdas untuk memberi reward kepada investor tanpa harus menguras kas. Bagi investor, mereka jadi punya lebih banyak lembar saham di perusahaan tersebut.

Pencatatan jurnal pembagian dividen saham sedikit lebih kompleks karena bergantung pada persentase dividen yang dibagikan.

Dividen Saham Kecil (Small Stock Dividend)

Jika dividen saham yang dibagikan kurang dari 20-25% dari total saham yang beredar. Laba Ditahan akan didebit sebesar nilai pasar saham yang dibagikan.

Dividen Saham Besar (Large Stock Dividend)

Jika dividen saham yang dibagikan lebih dari 25% dari total saham yang beredar. Ini lebih dianggap sebagai pemecahan saham (stock split). Laba Ditahan hanya didebit sebesar nilai nominal (par value) saham yang dibagikan.

Perbedaan ini penting karena dividen saham besar secara signifikan mengubah jumlah saham beredar, sehingga pencatatannya pun disederhanakan.

3. Jurnal Dividen Barang atau Aset Non-Kas

Kadang, perusahaan membagikan aset non-tunai, seperti properti atau sekuritas lain. Ini jarang, tapi pernah terjadi di perusahaan yang ingin efisiensi likuiditas tapi tetap kasih reward ke pemegang saham.

Jenis jurnal ini harus ditelusuri dengan sangat hati-hati, karena melibatkan penilaian ulang aset.

Cara Menghitung Jurnal Pembagian Dividen

Jurnal Pembagian Dividen
Source: Pixabay

Nah, bagian ini sering bikin pusing, apalagi kalau baru pertama kali. Tapi, mimin jamin, kalau sudah tahu rumus dan langkahnya, pasti kamu bisa. Langkah-Langkah Menghitung Jurnal Pembagian Dividen:

  1. Tentukan Jenis Dividen: Apakah dividen kas atau dividen saham?
  2. Hitung Jumlah Dividen: Biasanya sudah ditetapkan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
  3. Cek Pajak Dividen: Jangan lupa, dividen itu kena pajak. Besarannya tergantung regulasi terbaru. Di Indonesia, pajak dividen untuk individu biasanya 10% (final), tapi bisa berubah sesuai aturan OJK dan DJP.
  4. Buat Jurnal Pengumuman: Catat utang dividen atau saham dividen yang akan diterbitkan.
  5. Buat Jurnal Pembayaran: Saat dividen benar-benar dibayarkan, catat pengurangan kas atau penerbitan saham.

Contoh Perhitungan Jurnal Pembagian Dividen dan Pajaknya

Misal, PT Sejahtera membagikan dividen kas Rp200 juta. Pajak dividen 10%. Maka:

Pajak dividen: 10% x Rp200 juta = Rp20 juta

Dividen yang diterima pemegang saham: Rp180 juta

Jurnal saat pengumuman:

– Debit Laba Ditahan Rp200 juta

– Kredit Utang Dividen Rp200 juta

Jurnal saat pembayaran:

– Debit Utang Dividen Rp200 juta

– Kredit Kas Rp180 juta

– Kredit Utang Pajak Dividen Rp20 juta

Jurnal pembayaran pajak:

– Debit Utang Pajak Dividen Rp20 juta

– Kredit Kas Rp20 juta

Jadi, jangan sampai lupa catat pajaknya, ya. Ini sering banget terlewat, apalagi kalau pencatatan masih manual.

Kenapa Jurnal Dividen Penting dalam Analisis Keuangan?

Kalau kamu investor serius atau analis, kamu perlu tahu bahwa pembagian dividen memengaruhi struktur modal dan valuasi perusahaan. Dalam jangka panjang, perusahaan yang rajin membagikan dividen akan terlihat dari laporan keuangannya.

Kalau kamu analisis tren, kamu bisa lihat:

  • Apakah perusahaan konsisten bagi dividen?
  • Seberapa besar dividend payout ratio-nya?
  • Ada kenaikan ekuitas atau justru penurunan modal kerja?

Jurnal dividen bisa kasih sinyal apakah perusahaan punya free cash flow atau hanya bagi laba karena tekanan dari pemegang saham besar.

Baca Juga: Inilah, 12 Trader Forex Sukses di Indonesia

Kesimpulan

Jadi, jurnal pembagian dividen adalah bagian penting dalam akuntansi dan manajemen keuangan perusahaan. Baik dividen kas, dividen saham, maupun dividen non-kas, semuanya harus dicatat dengan teliti agar laporan keuangan tetap akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kamu udah lihat contoh jurnal pembagian dividen kas, dividen saham, dan cara menghitungnya secara rinci. Dan yang paling penting, jangan lupa bahwa pajak juga berperan dalam proses ini, baik buat perusahaan maupun investor.

Kalau kamu bekerja di bidang keuangan atau pengelolaan portofolio, atau lagi bangun startup yang sebentar lagi profit, pengetahuan ini bisa jadi bekal penting saat menghadapi RUPS dan bikin laporan keuangan akhir tahun.