Saham Prajogo Pangestu – Ngomongin soal tokoh bisnis papan atas di Indonesia, nama Prajogo Pangestu jelas nggak bisa diabaikan. Banyak yang mengira beliau cuma main di bisnis migas dan petrokimia, padahal jejak investasinya sudah menyebar ke berbagai sektor, terutama lewat sederet emiten yang sahamnya dikoleksi banyak investor.
Dalam waktu singkat, beliau bukan hanya masuk daftar orang terkaya di Indonesia, tapi juga berhasil menyalip posisi beberapa konglomerat besar lewat lonjakan harga saham yang dimilikinya.
Baca Juga: Bank Milik Sandiaga Uno, Bank Pundi ini Sejarahnya
Nah, kali ini Mimin akan bahas secara lengkap saham-saham Prajogo Pangestu, mulai dari perusahaan mana saja yang masuk ke portofolionya, bagaimana kinerjanya di pasar modal, sampai potensi jangka panjangnya.
Siapa Sebenarnya Prajogo Pangestu?
Sebelum kita bahas daftar sahamnya, kamu perlu tahu sedikit tentang siapa sebenarnya Prajogo Pangestu. Beliau adalah pendiri Barito Pacific Group, konglomerasi besar yang berfokus pada sektor energi, petrokimia, dan sumber daya alam.
Awalnya, karier Prajogo dimulai dari bisnis kayu pada tahun 1970-an lewat PT Barito Pacific Timber. Tapi seiring waktu, beliau melakukan ekspansi besar-besaran ke industri energi, petrokimia, hingga hijau terbarukan.
Sekarang, portofolionya mencakup perusahaan-perusahaan seperti Barito Pacific (BRPT), Chandra Asri Pacific (TPIA), Barito Renewables Energy (BREN), dan Geothermal Energy Indonesia (GEI).
Fakta menariknya, pada akhir 2023 hingga pertengahan 2024, kenaikan saham-saham milik Prajogo membuat kekayaannya melonjak pesat, bahkan sempat menembus lebih dari USD 50 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Asia Tenggara.
Saham Prajogo Pangestu Apa Saja?
Nah, ini bagian yang paling ditunggu. Secara umum, ada empat emiten utama di bawah kendali atau pengaruh besar Prajogo Pangestu di Bursa Efek Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan masuk ke jajaran top market cap terbesar di Indonesia.
1. Barito Pacific Tbk (BRPT)
Saham Prajogo Pangestu – Anggaplah BRPT sebagai “otak” atau pusat komando dari seluruh grup. Inilah perusahaan holding investasi yang menjadi kendaraan utama Prajogo Pangestu. Awalnya BRPT fokus pada kayu, tapi sekarang bisnisnya meluas ke petrokimia, energi, properti, dan infrastruktur.
Sebagai perusahaan induk, BRPT punya kepemilikan besar di dua emiten lain, TPIA (Chandra Asri) dan BREN (Barito Renewables). Artinya, kinerja keuangan BRPT sangat dipengaruhi oleh performa dua anak usaha ini.
Dari sisi saham, BRPT sering dianggap undervalued dibandingkan nilai aset yang dimilikinya. Namun, volatilitasnya cukup tinggi karena fluktuasi harga komoditas dan beban utang yang besar.
Bagi investor yang sabar, BRPT menarik untuk jangka panjang karena nilai intrinsiknya bisa meningkat seiring ekspansi energi hijau.
2. Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Saham Prajogo Pangestu – Selanjutnya, TPIA. Ini bisa dibilang permata di mahkota bisnis Prajogo Pangestu. TPIA merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, memproduksi berbagai bahan baku plastik seperti etilena, propilena, dan polietilena yang digunakan dalam industri kemasan, otomotif, hingga konstruksi.
Yang membuat TPIA menarik adalah proyek Chandra Asri Expansion 2 (CAP2) senilai miliaran dolar yang ditujukan untuk memperluas kapasitas produksi. Proyek ini diharapkan membuat Indonesia lebih mandiri dalam bahan baku industri kimia, mengurangi impor, dan memperkuat neraca perdagangan.
Namun, sektor petrokimia sangat bergantung pada harga minyak dunia dan permintaan global. Jadi, fluktuasi harga komoditas bisa memengaruhi margin laba.
Walau begitu, posisi TPIA tetap dominan dan dianggap sebagai salah satu blue chip potensial sektor industri di BEI.
3. Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Saham Prajogo Pangestu – Nah, ini yang bikin heboh pasar modal pada akhir 2023, BREN. Saham ini menjadi bintang baru di sektor energi terbarukan Indonesia. Setelah IPO di bulan Oktober 2023, harga BREN langsung melesat ratusan persen dan sempat menyentuh level market cap lebih dari Rp 1.000 triliun, menjadikannya salah satu emiten terbesar di BEI.
BREN berfokus pada energi hijau, terutama panas bumi (geothermal) dan biomassa. Keunggulan BREN ada pada sinerginya dengan Star Energy Geothermal, yang menjadi salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di Asia.
Investor tertarik pada BREN karena tren global menuju net zero emission dan kebijakan pemerintah yang mendorong investasi energi terbarukan.
Tapi, valuasi saham ini tergolong tinggi, jadi kalau kamu mau masuk, perhatikan timing dan pergerakan harga. Potensi jangka panjangnya masih besar, tapi jangan kaget kalau volatilitasnya tinggi.
4. Geothermal Energy Indonesia Tbk (GEI)
Saham Prajogo Pangestu – Terakhir, GEI adalah anak usaha BREN yang berfokus khusus pada proyek-proyek panas bumi di Indonesia. Perusahaan ini relatif baru melantai di bursa dan menjadi bagian dari strategi ekspansi energi bersih Prajogo Pangestu.
Secara operasional, GEI bekerja sama dengan PLN dan mitra global untuk pengembangan proyek-proyek pembangkit listrik panas bumi (PLTP). Targetnya bukan hanya ekspor energi bersih, tapi juga mendukung transisi energi nasional yang berkelanjutan.
Kalau kamu tertarik pada sektor energi hijau, GEI adalah alternatif dengan growth potential besar, meskipun skala bisnisnya belum sebesar induk-induknya.
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Saham Prajogo Pangestu – Jika BREN mewakili energi masa depan, CUAN adalah kendaraan Prajogo Pangestu di sektor sumber daya alam konvensional dan mineral. Awalnya dikenal sebagai perusahaan pertambangan batubara, CUAN dengan cepat bertransformasi menjadi holding pertambangan yang lebih terdiversifikasi.
Kenapa Menarik? Sama seperti kakak-kakaknya, CUAN juga mencatatkan kinerja harga saham yang luar biasa pasca-IPO. Perusahaan ini sangat agresif dalam melakukan akuisisi.
Salah satu aksi korporasi terbesarnya adalah mencaplok PT Petrosea Tbk (PTRO) dan mengakuisisi tambang emas. Ini menunjukkan ambisi grup untuk menjadi pemain utama di seluruh rantai pasok energi dan mineral.
Apakah Saham-saham Ini Masih Layak Dibeli Sekarang?
Nah, ini bagian yang paling sering ditanyakan. Menurut Mimin, jawabannya tergantung dari profil risiko dan tujuan investasi kamu.
Kalau kamu investor konservatif, TPIA dan BRPT bisa jadi pilihan lebih stabil karena punya fundamental kuat. Kalau kamu investor agresif, BREN dan GEI bisa menawarkan growth story besar dari energi hijau.
Tapi kalau kamu value investor, mungkin akan menunggu koreksi karena valuasi beberapa saham Prajogo saat ini tergolong tinggi.
Yang jelas, jangan beli hanya karena ikut tren. Lihat laporan keuangannya, baca prospektusnya, dan pahami bisnis intinya.
Baca Juga: 10 Saham Blue Chip Indonesia Terbaik Saat Ini
Saham Prajogo Pangestu, Pilihan Menarik Tapi Perlu Strategi
Saham-saham yang dimiliki atau terafiliasi dengan Prajogo Pangestu jelas menarik, baik dari sisi cerita bisnis maupun performa pasar. Tapi tetap saja, kamu harus masuk dengan kepala dingin dan strategi matang.
Jangan lupa diversifikasi dan selalu pantau laporan kinerja tiap emiten. Karena pada akhirnya, di dunia saham, bukan siapa yang paling cepat beli yang menang, tapi siapa yang paling paham apa yang dia pegang.



