Bicara soal harga saham termahal di Indonesia, pasti banyak yang langsung penasaran: seberapa mahal sih sebuah saham bisa mencapai di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Apakah harga yang tinggi selalu berarti perusahaan itu bagus? Nah, Mimin bakal ajak kamu bahas tuntas semuanya di artikel ini.

Harga saham yang tinggi memang sering dianggap sebagai prestise di dunia pasar modal. Tapi, di sisi lain, nggak selalu berarti saham itu layak dibeli. 

Baca Juga: 10 Saham Blue Chip Indonesia Terbaik Saat Ini

Ada banyak faktor yang bikin harga saham mahal, mulai dari jumlah saham beredar (outstanding shares), kinerja laba perusahaan, sampai ekspektasi pasar terhadap masa depan bisnisnya.

Sekarang yuk, kita bedah satu per satu 10 saham termahal di Indonesia (update) berikut ini.

Source: Unsplash

1. DCII – PT DCI Indonesia Tbk

Harga: Rp130.000 – Rp270.000 per lembar (pernah tembus Rp273.900)

Sektor: Data Center & Infrastruktur Digital

Saham Termahal di Indonesia – DCII sempat bikin heboh karena masuk ke indeks LQ45 padahal sebelumnya tidak banyak dikenal investor ritel. Sahamnya melonjak drastis berkat euforia data cente, sektor yang tumbuh pesat seiring naiknya permintaan cloud, server enterprise, dan infrastruktur digital setelah 2020.

Beberapa analis menyebut DCII sebagai “Tesla-nya Indonesia” karena harga sahamnya naik terlalu cepat, sementara valuasinya masih jadi perdebatan. Ada yang bilang kemahalan, ada yang bilang harga itu wajar akibat kelangkaan saham beredar.

2. DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Harga: ± Rp128.550

Sektor: Energi, Batu Bara, Telekomunikasi (anak usaha Smartfren)

Saham Termahal di Indonesia – DSSA milik Grup Sinarmas ini bukan saham yang “ramai diperjualbelikan”. Kebalikannya, DSSA justru sangat jarang ditransaksikan, sehingga harganya bisa menetap tinggi dalam jangka panjang.

Performa saham DSSA naik konsisten berkat sentimen positif batu bara beberapa tahun terakhir. Selain itu, posisi Sinarmas sebagai pemain raksasa di sektor energi dan telekomunikasi membuat reputasi perusahaan ini cukup kuat.

Namun ingat, karena saham ini kurang likuid, spread harga jual-beli bisa lebar. Ini bukan tipe saham untuk trader harian, tapi lebih cocok buat investor yang sabar dan paham betul karakteristik emiten energi.

3. MKPI – PT Metropolitan Kentjana Tbk

Harga: ± Rp24.225

Sektor: Properti Premium (Pondok Indah)

Saham Termahal di Indonesia – MKPI adalah pengelola kawasan elit Pondok Indah, mal, hunian premium, hingga perkantoran kelas atas. Harga sahamnya tinggi bukan karena pertumbuhan agresif, tapi karena likuiditasnya sangat rendah.

Banyak saham dimiliki keluarga pendiri dan investor institusi, sehingga saham yang benar-benar bebas diperdagangkan (free float) kecil.

Beberapa investor menyebut saham ini sebagai “saham koleksi”. Kalau kamu beli, ya lebih ke investasi jangka panjang. Pergerakannya pelan, tapi stabil.

4. UNTR – PT United Tractors Tbk

Harga: ± Rp26.700

Sektor: Alat Berat & Pertambangan

Saham Termahal di Indonesia – UNTR adalah salah satu saham blue chip paling disukai investor nilai (value investors). Bisnisnya solid, mereka pemain besar alat berat (Komatsu), kontraktor tambang lewat PAMA, dan juga punya exposure ke emas dan nikel lewat anak-anak usaha.

Dividen UNTR hampir selalu besar. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, payout-nya membuat banyak investor tidak mau melepas saham ini meskipun harga terus naik.

Kalau kamu cari stabilitas jangka panjang, UNTR termasuk kandidat kuat. Tapi ingat, pergerakan sektor tambang sangat sensitif terhadap harga komoditas global.

5. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Harga: ± Rp22.650

Sektor: Batu Bara

Harga batu bara internasional beberapa tahun terakhir membuat ITMG meroket. Perusahaan ini punya operasi tambang yang efisien dan posisi keuangan konservatif.

Namun, sifat saham batu bara itu mirip roller coaster—bisa naik cepat, bisa turun tajam. Jadi kalau kamu mau masuk ke ITMG, timing sangat penting. Meski mahal, saham ini sering dianggap “worth it” karena dividen jumbo yang diberikan tiap tahun.

6. BYAN – PT Bayan Resources Tbk

Harga: ± Rp17.750

Saham Termahal di Indonesia – BYAN bukan sembarang saham batu bara. Emiten ini dimiliki Low Tuck Kwong, orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Operasionalnya efisien, dan mereka dikenal menambang batu bara kalori tinggi yang diminati pasar internasional.

Tapi banyak analis bilang BYAN sudah overvalued dari sisi PER dan PBV. Meski demikian, minat investor tetap tinggi karena fundamentalnya memang luar biasa.

Saham ini cocok untuk investor yang percaya pada kekuatan pemilik dan strategi jangka panjang mereka.

7. MLPT – PT Multipolar Technology Tbk

Harga: ± Rp84.750

Sektor: IT Solutions

Saham Termahal di Indonesia – MLPT adalah perusahaan teknologi yang menyediakan solusi IT, server enterprise, hingga layanan digital untuk perusahaan besar. Tapi ada hal menarik: saham ini jarang sekali diperdagangkan.

Tingginya harga lebih disebabkan oleh minimnya free float.

Kalau kamu trader, mungkin kurang cocok. Tapi kalau investor jangka panjang yang cari stabilitas dan punya pandangan positif terhadap transformasi digital Indonesia, MLPT patut masuk radar.

8. PANI – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk

Harga: ± Rp14.200

Sektor: Properti Reklamasi Modern

Saham Termahal di Indonesia – PANI mendadak populer karena proyek reklamasi dan kawasan super premium di Pantai Indah Kapuk (PIK). Banyak investor melihat potensi besar kawasan ini sebagai “the next BSD”.

Tapi Mimin harus bilang jujur: saham ini juga banyak digoreng. Pergerakannya cepat, volume kadang meledak, kadang sepi total.

Cocoknya untuk investor berpengalaman yang sudah terbiasa baca pola akumulasi-distribusi. Kalau kamu masih baru, wajib ekstra hati-hati.

9. GJTL – PT Gajah Tunggal Tbk

Harga: ± Rp15.400

Sektor: Otomotif (Ban)

Saham Termahal di Indonesia – Gajah Tunggal punya reputasi kuat di ASEAN sebagai produsen ban. Karena banyak produknya diekspor, kinerja perusahaan relatif stabil meski fluktuasi ekonomi lokal terjadi.

Harga sahamnya tinggi karena margin keuntungan cukup sehat dan manajemen berhasil mempertahankan posisi mereka di pasar internasional.

Tapi kamu tetap harus perhatikan beban utang perusahaan yang cukup besar—faktor ini sensitif terhadap suku bunga.

10. MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk

Harga: Rp2.500-Rp3.500 (masuk kategori naik daun)

Sektor: Tembaga, Emas, dan Bahan Baku EV

Saham Termahal di Indonesia – MDKA memang belum selevel BYAN atau DCII dari segi harga nominal, tapi pergerakan dan sentimen terhadapnya sangat kuat.

Kenapa masuk daftar? Karena tembaga jadi komoditas strategis dunia untuk kendaraan listrik dan energi hijau. MDKA punya proyek tembaga skala besar seperti Tujuh Bukit dan Pani Gold Project yang potensial menopang valuasi jangka panjang.

Banyak analis menyebut saham ini sebagai “calon saham termahal berikutnya” di Indonesia.

Baca Juga: Bunga Anuitas: Pengertian, Rumus, Cara Hitung & Contohnya

Source: Unsplash

Kesimpulan

Penting buat kamu pahami bahwa harga saham tinggi bukan faktor utama dalam menentukan kualitas investasi. Yang harus kamu fokuskan adalah nilai intrinsik perusahaan, pertumbuhan labanya, dan prospek sektornya dalam jangka panjang.

Kalau kamu ingin masuk ke saham-saham mahal ini, pastikan kamu sudah menghitung valuasi, memahami risikonya, dan tidak terpancing euforia sesaat.