Cara bermain saham dengan modal 100 ribu – Mungkin kamu pernah dengar orang bilang, main saham itu cuma buat orang kaya. Atau malah ada yang bilang butuh jutaan rupiah biar bisa beli saham. 

Nah, itu sebenarnya pemahaman yang sudah agak ketinggalan zaman. Sekarang, modal Rp100 ribu saja kamu sudah bisa jadi investor saham, serius ini Mimin nggak bercanda.

Baca Juga: Perbedaan Reksadana dan Obligasi, Berikut Penjelasannya

Jangan khawatir jika kamu masih pemula, artikel ini akan membahas langkah demi langkah cara bermain saham dengan modal mungil namun tetap berpotensi mendapatkan hasil yang menjanjikan.

1. Kenapa Modal Kecil Bukan Masalah?

Source: Unsplash

Sebelum Mimin masuk ke teknis cara bermain saham dengan modal 100 ribu, yuk pahami dulu kenapa Rp100 ribu itu cukup buat mulai. Di pasar modal Indonesia, sejak Juli 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah menerapkan sistem lot saham minimum 100 lembar. 

Artinya, kamu nggak perlu beli ribuan lembar seperti dulu. Cukup beli 1 lot (100 lembar), dan harga saham di Indonesia bervariasi, mulai dari Rp50 per lembar. Jadi, dengan Rp5.000 saja secara teori kamu sudah bisa punya saham.

Masalah yang sering Mimin lihat, banyak pemula takut kalah start karena modal kecil. Padahal yang penting itu konsistensi investasi dan belajar strategi, bukan cuma nominal awal.

2. Pilih Sekuritas dengan Setoran Awal Rendah

Cara bermain saham dengan modal 100 ribu – Sebelum bisa membeli saham, kamu harus membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di sebuah perusahaan sekuritas. Pilihan sekuritas ini penting karena akan menjadi tempatmu melakukan transaksi jual-beli saham.

Beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih sekuritas antara lain:

  • Setoran awal yang dibutuhkan
  • Biaya transaksi yang dikenakan
  • Fitur dan kemudahan platform trading
  • Layanan edukasi dan riset yang disediakan
  • Reputasi dan legalitas perusahaan

Untuk investor pemula dengan modal Rp100.000, penting untuk mencari perusahaan sekuritas yang menawarkan setoran awal rendah dan biaya transaksi yang kompetitif. Beberapa sekuritas bahkan mengizinkan pembukaan akun dengan setoran minimal hanya 100 ribu, cocok untuk yang baru memulai.

Beberapa sekuritas yang terdaftar dan terpercaya sudah menyediakan setoran awal minimal Rp100 ribu. Contohnya:

  • Ajaib Sekuritas – Setoran awal Rp0, cukup verifikasi akun.
  • Stockbit Sekuritas – Setoran awal Rp100 ribu.
  • BCAS (BCA Sekuritas) – Setoran awal Rp3 juta, tapi sering ada promo Rp100 ribu untuk mahasiswa.

Mimin saranin, pilih yang aplikasinya user-friendly dan fee transaksinya rendah. Soalnya, kalau modal kecil tapi fee beli/jual besar, nanti malah habis di biaya transaksi.

3. Belajar Baca Indeks dan Laporan Keuangan Dasar

Cara bermain saham dengan modal 100 ribu – Jujur saja, banyak pemula yang langsung asal beli saham cuma karena ikut-ikutan teman. Padahal, kamu wajib paham dasar analisa.

Minimal, pelajari:

  • IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) untuk lihat tren pasar.
  • Laporan Keuangan (Laba Rugi, Neraca, Arus Kas) supaya paham kondisi perusahaan.

Mimin tahu ini kelihatannya ribet, tapi percaya deh, sekarang sudah banyak aplikasi yang sediakan ringkasan rasio keuangan. Jadi kamu tinggal lihat PER, PBV, ROE, dan lain-lain dengan simpel.

4. Pilih Saham Blue Chip atau Saham Murah dengan Fundamental Bagus

Cara bermain saham dengan modal 100 ribu – Nah, ini yang sering bikin bingung. Saham apa sih yang cocok buat pemula dengan modal 100 ribu? Kalau saran dari Mimin, kamu bisa mulai dari:

Saham blue chip merupakan pilihan yang stabil untuk investor pemula. Beberapa contoh seperti BBRI (Bank BRI), TLKM (Telkom Indonesia), dan PGAS (PGN) telah terbukti memiliki kinerja yang konsisten. 

Meskipun harga per lot saham-saham ini cenderung lebih mahal dibandingkan saham lainnya, namun karakteristiknya yang stabil dan likuid menjadikannya pilihan yang relatif aman untuk tahap pembelajaran investasi.

Atau cari saham second liner dengan harga murah (Rp100-Rp500 per lembar) tapi fundamentalnya bagus dan rutin bagi dividen.

Contohnya, di 2024 kemarin, saham seperti WIKA dan ADHI sempat ada di kisaran Rp300-an per lembar dan cocok buat pemula yang mau belajar fluktuasi harga.

5. Gunakan Strategi Nabung Saham

Dengan modal kecil, kamu nggak bisa berharap untung besar dalam hitungan hari. Jadi, Mimin saranin kamu terapkan strategi dollar cost averaging (DCA) atau bahasa gampangnya nabung saham rutin.

Misalnya, tiap bulan kamu sisihkan Rp100 ribu buat beli saham yang sama. Lama-lama, harga rata-rata pembelian kamu stabil dan portofolio makin besar.

Data BEI menunjukkan, investor ritel yang rutin nabung saham 3-5 tahun, return-nya bisa di atas deposito bahkan reksadana. Tapi ya sabar, karena fluktuasi jangka pendek pasti ada.

6. Manfaatkan Fitur Simulasi dan Edukasi Gratis

Sumber: Unsplash

Kalau kamu masih belum terlalu pede buat terjun kedunia saham, coba dulu pakai fitur simulasi saham yang disediakan contohnya seperti RTI Business atau IDX Virtual Trading.

RTI Business: Fitur simulasi portofolionya cukup lengkap. Kamu bisa coba beli-jual saham pakai uang virtual, lihat pergerakan IHSG real-time, bahkan latihan analisis fundamental.

IDX Virtual Trading (SPM Virtual): Disediakan langsung oleh Bursa Efek Indonesia. Biasanya dipakai dalam pelatihan Sekolah Pasar Modal. Di sini, kamu dikasih modal virtual Rp100 juta buat transaksi saham-saham beneran (tapi tanpa uang asli).

Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) rutin adakan Sekolah Pasar Modal (SPM). Dengan Rp100 ribu, kamu dapat materi dasar investasi + rekening efek gratis. Mimin rekomendasikan banget, karena materinya update dan langsung dari ahlinya.

7. Pantau Biaya Transaksi dan Pajak

Cara bermain saham dengan modal 100 ribu – Hal kecil tapi penting. Fee beli/jual saham biasanya sekitar 0,15%-0,25% per transaksi, tergantung sekuritas. Jangan sampai fee ini menggerus keuntungan kamu.

Selain itu, kalau kamu dapat dividen, ada pajak final 10% yang otomatis dipotong. Jadi, jangan heran kalau dividen yang masuk ke akunmu sudah dipotong.

Rekomendasi Saham 100 Ribuan dengan Fundamental Bagus

Berdasarkan data terbaru, berikut beberapa rekomendasi saham dengan harga sekitar 100 ribu yang memiliki fundamental bagus:

PT Waskita Beton Precast (WSBP)

Saham ini diperdagangkan dengan harga sekitar Rp1.500 per lot, yang berarti sekitar Rp15 per lembar saham. Dengan harga yang terjangkau ini, investor pemula dapat membeli beberapa lot meskipun dengan modal terbatas. 

Dengan modal Rp100 ribu, kamu sudah bisa mempunyai hingga 66 lot saham WSBP. Perusahaan ini merupakan produsen beton precast terbesar di Indonesia.

PT Sri Rejeki Isman (SRIL)

Harga per lembar sahamnya hanya sekitar Rp146, kamu hanya butuh Rp14.600 per lotnya. SRIL merupakan perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara dengan produk yang telah digunakan di berbagai negara.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR)

Saham BJBR ini seharga Rp1.050 per lembar sahamnya atau sekitar Rp105.000 per lot. BJBR memiliki fundamental yang stabil dan prospektif di sektor keuangan dengan PER hanya 6,19 kali.

PT Bumi Serpong Damai (BSDE)

Saham pengembang properti ini diperdagangkan pada harga Rp890 per lembar atau sekitar Rp89.000 per lot. BSDE menunjukkan fundamental yang baik di industri properti dengan fasilitas modern yang terus berkembang.

Semua saham di atas memiliki valuasi yang menarik dengan PER yang relatif rendah, menunjukkan bahwa harganya masih undervalued atau murah dibandingkan potensi pertumbuhannya.

Source: Unsplash

Kesimpulan

Baca Juga: Saham Treasuri Adalah: Pengertian, Contoh dan Tujuan

Demikian artikel tentang cara bermain saham dengan modal 100 ribu untuk pemula. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjadi panduan bagi kamu yang ingin memulai perjalanan investasi saham.

Investasi memang tidak selalu mudah, tapi dengan pemahaman yang baik dan strategi yang tepat, kamu bisa mendapatkan hasil yang memuaskan meskipun dimulai dengan modal minim.