Saham Lo Kheng Hong – Kalau kamu sudah cukup lama berkecimpung di dunia saham Indonesia, nama Lo Kheng Hong pasti terdengar seperti legenda.
Banyak orang menyebutnya sebagai Warren Buffett-nya Indonesia karena gaya investasinya yang fokus pada value investing, membeli saham perusahaan bagus saat harganya sedang murah, lalu menyimpannya dalam jangka panjang.
Nah, kalau kamu lagi nyari tahu saham Lo Kheng Hong apa saja? atau ingin tahu daftar saham Lo Kheng Hong terbaru, Mimin bakal bantu bahas secara tuntas.
Baca Juga: Saham Prajogo Pangestu Apa Saja? Berikut Daftarnya
Artikel ini cocok banget buat kamu yang pengen belajar value investing dari investor kawakan Indonesia yang satu ini.
Siapa Itu Lo Kheng Hong?
Sebelum kita bahas saham-sahamnya, yuk kenalan dulu. Lo Kheng Hong (LKH) adalah seorang investor individu yang berhasil membangun kekayaannya dari bawah.
Bukan dari warisan, bukan pula karena kerja di perusahaan investasi. Ia memulai karier sebagai karyawan bank, lalu menyisihkan gaji bulanan untuk membeli saham.
Strateginya simpel, cari saham undervalued, sabar pegang, lalu jual ketika harganya sudah mencerminkan nilai wajarnya.
Berikut karakter saham yang disukai LKH:
- Undervalued secara fundamental
- Price to Book Value (PBV) rendah
- Perusahaan tidak punya utang besar
- Kinerja bisnis stabil
- Prospek pertumbuhan jangka panjang
- Manajemen jujur dan kompeten
Intinya, beliau itu value investor murni. Nggak tertarik sama saham gorengan atau hype sesaat.
Daftar Saham Lo Kheng Hong Terbaru
Berikut daftar saham Lo Kheng Hong terbaru yang berdasarkan data publik dari keterbukaan informasi BEI, laporan tahunan, serta berbagai sumber berita keuangan seperti CNBC Indonesia, Bisnis.com, dan Kontan.
1. PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI)
Saham Lo Kheng Hong – Kalau kamu cari saham yang jadi “permata tersembunyi” di pasar modal, KOPI bisa jadi contohnya. Emiten ini bergerak di bidang energi, khususnya distribusi gas bumi untuk industri. Lo Kheng Hong diketahui pernah memiliki saham KOPI ketika harganya masih di bawah radar investor besar.
Kenapa menarik? Karena sektor energi selalu punya posisi strategis dalam ekonomi Indonesia. Ketika harga energi naik, margin keuntungan KOPI ikut membaik.
Meski kapitalisasinya belum sebesar pemain besar seperti PGN atau Pertamina Geothermal, potensi pertumbuhannya tinggi, apalagi jika infrastruktur gas nasional terus berkembang.
2. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)
Saham Lo Kheng Hong – BMTR adalah perusahaan media milik Grup MNC yang memegang sejumlah aset besar, seperti RCTI, MNC TV, dan platform digital Vision+. LKH dikenal menyukai saham yang undervalued, dan BMTR masuk kategori itu karena price-to-book value (PBV)-nya sering di bawah 0,5x.
Artinya, nilai pasar BMTR jauh lebih rendah dari asetnya. Bagi investor value, ini adalah peluang emas. Potensi BMTR juga semakin menarik karena tren digitalisasi media dan integrasi konten antara televisi dan platform streaming.
Kalau kamu berpikir jangka panjang, sektor media akan tetap relevan, terutama bagi perusahaan yang mampu beradaptasi dengan model bisnis digital.
3. PT Petrosea Tbk (PTRO)
Saham Lo Kheng Hong – PTRO merupakan perusahaan jasa pertambangan dan infrastruktur yang beroperasi di bawah Grup Indika Energy. Saham ini sempat undervalued karena industri tambang dipandang tidak menarik beberapa tahun lalu. Tapi Lo Kheng Hong justru melihat peluang di situ.
Setelah harga komoditas global, terutama batu bara, kembali naik, valuasi PTRO ikut terdorong. Selain tambang, PTRO juga fokus pada proyek logistik dan energi terbarukan, yang menambah daya tarik jangka panjang.
Bagi LKH, saham seperti ini menarik karena punya asset-heavy business model dengan nilai buku yang kuat. Ia melihat bukan hanya harga saat ini, tapi nilai riil dari aset dan potensi arus kas masa depan.
4. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)
Saham Lo Kheng Hong – Produsen ban terbesar di Indonesia ini jadi salah satu contoh klasik dari saham yang sempat tidak dilirik investor karena kinerjanya stagnan. Tapi buat Lo Kheng Hong, GJTL adalah contoh perusahaan dengan aset besar dan merek kuat yang dijual murah oleh pasar.
Sektor otomotif mulai bangkit pasca-pandemi, dan permintaan ban meningkat seiring pertumbuhan kendaraan komersial. GJTL juga punya potensi ekspor tinggi ke pasar Asia dan Eropa.
5. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN)
Saham Lo Kheng Hong – CFIN adalah salah satu perusahaan pembiayaan tertua di Indonesia, anak usaha dari Grup Panin. LKH menyukai saham-saham keuangan yang punya neraca kuat dan dividen rutin, dua hal yang dimiliki CFIN.
CFIN fokus pada pembiayaan kendaraan bermotor dan modal kerja. Meskipun sektor leasing cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir, nilai bukunya tetap menarik, sementara rasio utangnya terkendali.
Saham ini cocok bagi investor yang suka cash flow play, perusahaan yang menghasilkan arus kas stabil dan punya potensi yield menarik.
6. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)
Saham Lo Kheng Hong – Saham telekomunikasi ini sempat jadi perbincangan karena LKH disebut memiliki sebagian kecil kepemilikan di FREN, anak usaha Grup Sinarmas. Banyak yang meragukan langkahnya karena FREN belum mencetak laba konsisten, tapi bagi LKH, peluang justru muncul di saat seperti itu.
Sektor telekomunikasi sedang berevolusi menuju data-driven business, dan Smartfren punya potensi besar dengan jaringan 4G dan rencana ekspansi 5G. Kalau berhasil efisien dan memperkuat kerja sama strategis, nilai pasarnya bisa melonjak.
Namun, LKH juga dikenal realistis, beliau tidak menaruh seluruh investasinya di saham berisiko tinggi seperti FREN. Ini lebih pada diversifikasi dan menunggu momen valuasi berubah.
7. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
Saham Lo Kheng Hong – NISP adalah salah satu bank dengan pertumbuhan stabil dan manajemen konservatif di Indonesia. LKH terkenal menyukai sektor perbankan karena model bisnisnya mudah dipahami dan profitabilitasnya konsisten.
Bank ini dikenal disiplin dalam pengelolaan risiko, dengan rasio kredit macet (NPL) rendah dan fokus pada segmen korporasi menengah ke atas. Meskipun tidak seagresif BCA atau BRI, NISP punya kinerja fundamental yang solid.
Bagi investor jangka panjang, saham seperti ini menarik karena memberikan stabilitas portofolio, cocok untuk strategi buy and hold.
Saham yang Membuat Lo Kheng Hong Kaya Raya
Beberapa saham bahkan menjadi legenda karena menghasilkan keuntungan luar biasa bagi LKH. Misalnya:
- PT Indika Energy Tbk (INDY) – Dulu saham ini sempat undervalued, dan ketika harga batu bara naik, nilai sahamnya melonjak berkali-kali lipat.
- PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk – Dulu LKH membeli di harga sekitar Rp 250 per saham dan menjual di atas Rp 30.000.
- PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) – Salah satu sumber dividen rutin terbesar di portofolionya.
Dari kisah-kisah itu, kamu bisa lihat bahwa fokus utama LKH bukan pada trading cepat, tapi pada sabar menunggu nilai perusahaan muncul ke permukaan.
Baca Juga: Bank Milik Sandiaga Uno, Bank Pundi ini Sejarahnya
Kesimpulan
Dari berbagai sumber publik, ada setidaknya 7 saham Lo Kheng Hong terbaru yang diketahui pernah atau masih ada di portofolionya. Setiap saham itu punya karakter dan alasan logis mengapa beliau memilihnya: valuasi rendah, prospek bisnis jangka panjang, dan manajemen yang kredibel.
Namun, perlu kamu ingat juga, meski LKH sukses besar, bukan berarti kamu harus membeli saham yang sama tanpa analisis.
Beliau punya pengalaman puluhan tahun dan kesabaran luar biasa. Kamu bisa belajar dari caranya berpikir, bukan hanya meniru pilihannya.



