Mimin sering banget dapat pertanyaan, “Saham apa yang bagus untuk pemula?” atau “Bener nggak sih investasi saham itu berisiko tinggi?” Nah, realitanya, memilih saham yang bagus untuk pemula memang bukan perkara gampang.
No investment is ever 100% risk-free, tapi ada kok cara biar kamu bisa mulai dengan langkah yang lebih aman dan realistis. Khususnya kalau kamu masih pemula, penting banget untuk fokus ke saham yang punya fundamental kuat, rutin bagi dividen, dan pergerakannya nggak terlalu liar.
Baca Juga: Cara Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu untuk Pemula
Yuk, kita bahas tuntas rekomendasi saham yang bagus untuk pemula, biar kamu bisa mulai investasi dengan percaya diri.
Ciri-Ciri Saham yang Cocok untuk Pemula
Sebelum masuk ke daftarnya, Mimin mau kamu tahu dulu indikator penting dari saham yang ramah buat investor baru:
Likuiditas tinggi: Artinya sahamnya gampang dijual. Gak bikin kamu kejebak di harga tinggi.
Fundamental kuat: Perusahaan untung, punya aset yang sehat, dan manajemennya transparan.
Dividen stabil: Walau kecil, dividen rutin itu indikator perusahaan yang punya arus kas bagus.
Masuk indeks besar: Misalnya LQ45 atau IDX30, yang udah diseleksi dari segi performa & likuiditas.
Kalau kamu bingung saham apa yang bagus untuk pemula, ya lihat dari sini dulu.
10 Saham yang Bagus untuk Pemula (Update 2025)

Berikut ini daftar 10 saham pilihan Mimin yang menurut banyak analis cocok untuk pemula, berdasarkan performa terbaru hingga pertengahan 2025:
1. BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
BCA sering disebut sebagai “saham sejuta umat”, tapi bukan tanpa alasan. Likuiditasnya tinggi banget, market cap besar, dan jadi tulang punggung indeks LQ45. Saking kuatnya, banyak investor besar termasuk asing, parkir dana di BBCA.
Pada 2025, BBCA mencatatkan kenaikan laba bersih lebih dari 14% YoY. Dividen per share terakhir sekitar Rp227. Return-nya memang nggak fantastis dalam jangka pendek, tapi konsisten. Cocok buat kamu yang baru mulai dan pengen rasa aman dulu.
2. BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kalau kamu mau saham perbankan tapi dengan pertumbuhan yang sedikit lebih agresif dibanding BBCA, BMRI bisa jadi pilihan. Kinerja Mandiri di 2025 solid, tercatat laba bersih tembus Rp55 triliun, naik sekitar 18% dari tahun sebelumnya.
Dividen yang dibagikan tahun ini juga termasuk besar, sekitar Rp353 per lembar. Perusahaan ini juga cukup rajin ekspansi ke sektor digital dan UMKM, jadi kamu punya peluang ikut tumbuh bareng Mandiri di masa depan.
3. BRIS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Saham syariah yang satu ini makin populer, terutama di kalangan anak muda dan investor muslim yang cari alternatif halal. BRIS bukan hanya bank syariah terbesar, tapi juga satu-satunya yang masuk ke indeks IDX30.
Tahun 2025, BRIS mencatat pertumbuhan pembiayaan hingga 15% dan berhasil memperluas jangkauan layanan digitalnya. Ini penting, karena sektor perbankan syariah masih luas banget potensi pertumbuhannya di Indonesia.
4. TLKM – PT Telkom Indonesia Tbk
Buat pemula yang ingin saham stabil dan rutin kasih dividen, TLKM itu seperti oasis. Produk dan jasanya dipakai jutaan orang setiap hari. Selain itu, lewat anak usahanya IndiHome dan Telkomsel, pendapatan TLKM terus tumbuh.
Dividen yield-nya di tahun 2025 mencapai sekitar 6,6%, salah satu yang tertinggi di sektor infrastruktur digital. TLKM juga aktif investasi ke sektor data center dan cloud, yang potensinya besar banget di masa depan.
5. UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk
Meski sempat dikritik karena pertumbuhan stagnan, UNVR tetap relevan. Alasannya? Produk yang dijual sangat mendasar, sabun, pasta gigi, bumbu dapur yang akan terus dibutuhkan masyarakat.
Pemula biasanya suka UNVR karena pergerakan harganya cenderung tenang dan dividen yield-nya konsisten. Kalau kamu orang yang nggak suka deg-degan liat chart merah, UNVR bisa jadi “saham penenang”.
6. ASII – PT Astra International Tbk
Mimin suka sebut ASII ini sebagai “miniatur ekonomi Indonesia”. Kok bisa? Karena bisnisnya ada di otomotif, keuangan, tambang, agribisnis, dan logistik. Jadi ketika ekonomi nasional tumbuh, biasanya ASII ikut terdongkrak.
Tahun ini, ASII mencatat kenaikan pendapatan sekitar 13% YoY. Mereka juga konsisten membagikan dividen, walau yield-nya nggak terlalu besar. Tapi ingat, ini saham yang stabil dan jangka panjang.
7. ICBP – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Kalau kamu mikir “makanan instan”, pasti langsung kepikiran Indomie, kan? Nah, ICBP adalah produsen dari brand legendaris ini. Bahkan di pasar ekspor, permintaan Indomie terus meningkat di Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.
Laporan keuangan Q1 2025 nunjukin pertumbuhan laba bersih lebih dari 20%. Ini menunjukkan manajemen efisien, bahkan saat harga bahan baku naik. Saham ini cocok banget buat pemula yang cari sektor consumer goods dengan demand tinggi.
8. MYOR – PT Mayora Indah Tbk
Mayora identik dengan produk kopi instan, biskuit, dan makanan ringan lain. MYOR punya keunggulan dari sisi distribusi, bahkan banyak produknya mendominasi pasar luar negeri.
Di tahun 2025, perusahaan ini mengumumkan rencana buyback sebesar Rp1 triliun. Itu sinyal positif karena berarti manajemen percaya sahamnya undervalue. Nggak banyak yang tahu, tapi saham consumer seperti MYOR bisa jadi strategi yang underrated.
9. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk
Sektor energi memang bukan yang paling stabil, tapi PGAS cukup unik. Kenapa? Karena mereka beroperasi di sisi hilir dan distribusi gas, yang artinya punya recurring revenue dari pelanggan industri.
Dividen PGAS tahun ini cukup mengejutkan: yield hampir 9,3%! Tapi Mimin ingatkan ya, karena sektor energi bisa berubah tergantung harga komoditas global, jadi PGAS lebih cocok buat investor pemula yang udah siap sedikit risiko.
10. MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk
Terakhir tapi nggak kalah menarik yaitu MDKA. Perusahaan tambang ini makin dilirik sejak harga emas dan tembaga naik. Bahkan sejak awal 2025, sahamnya udah naik sekitar 35%.
MDKA juga punya beberapa proyek ekspansi yang menjanjikan di NTB dan Papua. Tapi karena sifatnya cyclical (naik-turun tergantung harga komoditas), saham ini lebih cocok sebagai pelengkap portofolio, bukan jadi inti.
Baca Juga: 10 Daftar Saham Dividen Terbesar Saat Ini

Kesimpulan
Semua saham yang Mimin bahas tadi bisa kamu jadikan referensi awal. Tapi ingat, jangan cuma tahu sahamnya saja, pelajari juga kenapa mereka masuk list ini. Lihat laporan keuangannya, pantau beritanya, dan jangan asal FOMO.
Kalau kamu nanya “saham apa yang bagus untuk pemula?”, jawabannya ya tergantung juga pada tujuan dan profil risikomu. Tapi dari daftar di atas, kamu bisa mulai membuat kombinasi yang sesuai.
Selamat mencoba, semoga portofolio kalian hijau terus!



